Senin, 28 Mei 2012

The Jakmania Kontra Viking


The Jakmania Kontra Viking Cetak E-mail

Tuesday, 29 May 2012
JakOnline- Perseteruan antar suporter Persija dan Persib sudah berlangsung lama, tepatnya sejak tahun 2000 yaitu bertepatan dengan Liga Indonesia 6 berlangsung. Di putaran 1 sekitar 6 buah bis suporter Persib datang ke Lebak Bulus dan masuk ke Tribun Timur. Mereka terdiri dari banyak unit suporter seperti Balad Persib, Jurig, Stone Lovers, ABCD, Viking dll. Saat itu yang terbesar masih Balad Persib. Meski sempat nyaris terjadi gesekan dengan the Jakmania, tapi alhamdulilah tidak terjadi bentrokan yang lebih luas. Justru suporter Persib bergerak ke arah the Jakmania tuk berjabat tangan. Gw inget banget yel mereka waktu itu : “ABCD … Anak Bandung Cinta Damai”. Selesai pertandingan suporter Persib juga didampingi the Jakmania menuju bus mereka. The Jakmania mengikuti dengan menyanyikan lagu Halo Halo Bandung.

Penerimaan the Jakmania membuat Viking berniat tuk mengundang datang ke Bandung saat putaran 2. Dialog berlangsung lancar karena seorang Pengurus the Jakmania yang bernama Erwan rajin ke Bandung tuk bikin kaos. Hubungan Erwan dengan Ayi Beutik juga konon akrab banget sampe2 Erwan pernah cerita kalo dia suka sama adiknya Ayi Beutik. Melalui Erwan jugalah Viking menyatakan keinginannya tuk mengundang dan menyambut the Jakmania di Bandung meski mereka sendiri masih khawatir dengan sikap bobotoh yang lain.

The Jakmania saat itu belum sebesar sekarang. Yang nonton di Lebak Bulus aja cuma di sisi Selatan tribun Timur. Jadi bersebelahan dengan Viking. Nah ajakan Viking itu langsung kita bahas, dan kita memang sudah punya niat tuk melakoni partai tandang. Dibentuklah kemudian perencanaan, salah satunya dengan mengutus Sekum dan Bendahara Umum the Jakmania saat itu yaitu Sdr Faisal dan Sdr Danang. Mereka ditugaskan tuk melobi Panpel Persib dari mulai masalah tiket hingga tribun the Jakmania. Kebetulan Danang lagi kuliah di Bandung sehingga tempat kosnya jadi tempat kumpulnya the Jakers disana. Selain mereka berdua memang adalagi yang menawarkan diri tuk bantu seperti Sdr Budi Rawa Belong. 

Jujur gw katakan kita memang belum pengalaman mengkoordinasikan anggota tuk nonton tandang. Tapi yang menjadi masalah justru bukan di koordinator tapi di anggota. Banyak anggota yang bandel daftar pada hari H nya. Jumlah yang tadinya cuma 400 orang berkembang menjadi 1000 orang lebih! Bayangin gimana repotnya kita nyari bis tuk ngangkut segitu banyak orang. Akibatnya kita berangkat baru jam 12 siang! Itu juga terpecah menjadi 3 rombongan. Satu bis berangkat lebih dulu karena akan ganti ban. Disusul 4 bus kemudian. Dan terakhir termasuk gw berangkat dengan 4 bus tambahan. 
Keberangkatan kita sendiri juga masih diliputi keraguan apakah dapat tiket atau tidak. Tim Advance yang diutus mendapatkan kesulitan mencari tiket. 4 hari sebelum pertandingan terjadi kerusuhan di stadion Siliwangi akibat distribusi tiket yang kurang lancar. Ada seorang Vikers yang menganjurkan the Jak tuk hadir di acara khusus pertemuan tim dengan suporternya. Faisal, Danang dan Budi ambil keputusan tuk hadir di acara itu. Disana mereka sempat bertemu Walikota Bandung, Kapolres, Ketua Panpel dan Ketua Keamanan. Mereka semua menjamin bahwa the Jakmania akan bisa masuk dan tiket akan disiapkan khusus. Paling tidak itulah info yang gw dapet dari tim Advance.

1 bis pertama tiba di Stadion Siliwangi. Viking siap menyambut dan mempersilahkan masuk ke stadion, padahal tiket belum di tangan. Sayang hal yang dikhawatirkan Viking terbukti. Perlahan tapi makin lama makin banyak datanglah bobotoh nyamperin the Jak dengan sikap yang tidak simpatik. Melihat gelagat buruk ini Viking minta the Jak tuk keluar dulu ke stadion sambil menunggu rombongan berikut. Sembari menunggu, beberapa rekan ada yang melaksanakan sholat ashar dulu. Ketika selesai sholat, mulailah terjadi hal2 yang tidak diinginkan. Rekan2 kita mendapatkan pukulan disana sini dengan menggunakan kayu. Salah satunya (gw lupa namanya) tersungkur berlumuran darah yang keluar dari kepalanya. Melihat situasi ini the Jakmania kembali diungsikan menjauh dari stadion. 

Rombongan besar 8 buah bis akhirnya tiba juga. Tapi karena terlambat, stadion Siliwangi sudah penuh sesak. Lagipula kita tetap tidak berhasil mendapatkan tiket. Panpel memang kelihatan salah tingkah dan berusaha mengumpulkan dari calo2 yang masih beredar di sekitar stadion, namun jumlahnya juga tidak memadai hanya 300 lembar. Sementara bobotoh yang masih berada di luar juga mulai melakukan serangan terhadap the Jakmania. Gw sempet coba menenangkan dan cekcok dengan seorang bobotoh yang ngambil dengan paksa kacamata anggota kita. Bobotoh itu bilang kalo dia kesal sama anak Jakarta karena mereka juga diperlakukan dengan tidak simpatik di Jakarta ketika menyaksikan pertandingan Persijatim vs Persib di Lebak Bulus. Mereka tidak mau tau kalo Persijatim tu beda dengan Persija. Seingat gw kejadian ini sempat direkam foto oleh wartawan dari Tabloid GO dan terpampang jelas esoknya di media tersebut. Dan kalo ga salah yang nyerang kita tu pake kaos Stone Lovers dan Persib. Mungkin ada juga yang laen karena gw dah lupa dan kurang jelas.

Gw lalu ngambil inisiatif tuk nyari rombongan pertama yang dateng duluan dan mengajak mereka tuk gabung ke rombongan besar. Disana gw minta maaf ke semua anggota karena gagal membawa rombongan sampai masuk ke stadion. Di situ dari Panpel juga sempat minta maaf. Namun kondisi ini tidak bisa diterima oleh seluruh rombongan, bahkan mereka juga tidak mau berjabat tangan dengan 3 orang Viking yang masih setia mengawal meski pertandingan sudah berlangsung.

Ketika rombongan hendak pulang, tiba2 kita diserang lagi oleh bobotoh yang masih nunggu di luar stadion. Kondisi ini jelas tidak bisa diterima. Sudah ga bisa masuk masih juga diserang. Akhirnya kita balas perlakuan mereka. Jumlah bobotoh di luar stadion masih ratusan sehingga terjadilah bentrokan yang mengakibatkan pecahnya kaca2 mobil akibat terkena lemparan dari kedua kubu. Ketika polisi datang, keributan mereda dan the Jakmania mulai beranjak pulang. Sempat pula terjadi bentrok beberapa kali ketika rombongan berpapasan dengan bobotoh yang pulang karena tidak kebagian tiket.

Beberapa waktu kemudian ketika Tim Nasional akan bertanding di Senayan, Viking Jakarta berniat datang. Gw melihat gelagat kurang baik jadi gw minta mereka tuk selalu jalan berdampingan dengan gw. Ketika pertandingan selesai, ada sedikit cekcok antara beberapa orang the Jakmania dengan pendukung PSIS Panser Biru Jakarta. Gw kemudian meminta Sdr Aceng tuk ngawal Panser Biru hingga mereka pulang. Ketika gw hendak kembali ke rombongan Viking, ternyata mereka sudah diserang oleh sekelompok the Jakmania. Buru2 gw lari kesana dan ngambil lagi syal Persib yang sudah diambil. Viking gw kawal trus dibantu seorang anggota dari Tanjung Duren. Di depan, seorang anggota Viking yang mengalami serangan jantung dibawa naik taksi tuk pulang. Sisanya gw temenin sampe Polda Metro Jaya. Kalo ga salah ada Viking Depok yang namanya Rusdi. Sebetulnya menurut gw serangan the Jak saat itu tidak separah ketika kejadian di Bandung. Toh tidak ada satupun anak Viking yang cedera. Cuma sayang ternyata di antara mereka ada juga yang berasal dari Bandung dan entah apa yang mereka ceritakan disana, Viking langsung membalas ketika kita bertandang ke Cimahi melawan Persikab Kabupaten Bandung

The Jakmania awalnya bebas bernyanyi dan memberikan dukungan ke Persija. Tapi Viking yang awalnya berada di seberang tribun kita mulai bergerak menghampiri tanpa ada satupun usaha pencegahan dari Panpel. Ketika dekat mereka langsung meneriakkan kata2 penuh kebencian disertai lemparan benda2 keras dan botol ke arah kita. Salah satunya mengenai Sdri Temi yang langsung jatuh pingsan. Gw coba menelpon Sdr Heru Joko Ketua Umum Viking tuk minta bantuan menghalau anggotanya. Heru saat itu bilang kalo dia masih di perjalanan tapi akan segera datang. Belakangan gw dapat kabar dari seorang wartawan kalo Heru ternyata sudah tiba sejak awal pertandingan …..???!!! Ketika pertandingan usai, Panpel meminta the Jakmania bertahan dulu di tengah lapangan hingga suasana aman. 

The Jakmania kemudian keluar stadion dengan pengawalan ketat. Diluar kita diangkut dengan truk polisi dan panser menuju jalan tol dimana bus2 kita sudah menunggu. Sampai disana kita mendapati bus kita dalam kondisi hancur berat. Salah seorang anggota yang usianya mencapai 70 tahun lebih ternyata sudah berada di dalam bis ketika penyerangan berlangsung. Dia jadi saksi bagaimana seluruh tas dan perbekalan diambil oleh Viking yang tidak bertanggung jawab tersebut. Gw langsung telpon lagi Heru Joko tuk protes keras kenapa dia tidak berusaha meredam amarah anggotanya dan kenapa dia berbohong mengatakan kalo dia belum tiba di stadion. Tidak ada penjelasan apapun yang memuaskan hati gw. Dan mulai saat itu gw pikir sangat sulit tuk berharap hubungan membaik bila pimpinan tidak berusaha tuk meredam api permusuhan ini.

Sejak saat itulah api dendam dan permusuhan terus berkobar di kedua belah pihak. Puncaknya di acara Kuis Siapa Berani di Indosiar. Acara ini diprakarsai oleh Sigit Nugroho wartawan Bola yang terpilih menjadi Ketua Asosiasi Suporter Seluruh Indonesia. Waktu itu Sigit sempat telpon gw dan minta supaya the Jak yang dateng jangan banyak2 tuk menghindari bentrokan. Gw tunjuk 20 orang peserta dab 3 orang cadangan sesuai permintaan Indosiar, plus 1 orang lagi bagian dokumentasi. Mereka cuma gw ijinin pake 3 buah mobil pribadi, karena kalo gw nyewa bis nanti banyak yang ngikut. Gw sendiri ga ikut acara itu karena harus kerja. 

Sayang bentrokan ternyata ga bisa dihindari. Bukan gw memihak tapi faktanya memang Viking yang mulai. Mereka neriakin yel2 “Jakarta Banjir” yang dibales juga oleh the Jak. Suasana memanas hingga akhirnya terjadi benturan fisik. Ketika ditelpon gw langsung menuju Indosiar pake taksi. Sampe disana sebagian the Jakmania sudah diluar Indosiar, di dalam gw liat 6 orang the Jak sedang berselisih dengan Viking. Melihat hal yang tidak sebanding ini gw langsung mendesak ke arah Viking tanpa gw tau siapa yang gw serang itu. Sebelumnya gw nyamperin dulu Aremania dan Pasopati yang hadir disana. Yang gw heran kenapa Viking hadir disana dalam jumlah yang cukup besar, 2 bis berisi 74 orang. 

Letak Indosiar di Jakarta, jadi ga heran pelan2 berdatanganlah para suporter Persija kesana. Suasana sudah tidak terkendali dan atas inisiatif Polisi dan Indosiar, Viking langsung diungsikan dengan menggunakan truk Polisi. Namun kejadian ini ternyata dah menyebar luas kemana-mana hingga akhirnya terjadilah penyerangan terhadap rombongan Viking di tol Kebon Jeruk. 

Setelah kejadian itu gw beberapa kali mendapat panggilan dari pihak kepolisian. Saat itu gw membantah kalo terjadi penyerangan yang memang dikoordinir oleh the Jakmania. Juga gw bantah kalo terjadi perampokan. Gw juga heran gimana Viking menyatakan klo hadiah menang kuis dirampok the Jak padahal hadiah itu kan belum diserahkan pihak Indosiar. Hadiah untuk the Jak pun sampe sekarang ga kita terima. Saat itulah nama the Jakmania menjadi buruk. Di mata media the Jakmania tidak menerima kalah sehingga menyerang. Opini sudah terbentuk dan masyarakat di Bandung juga ikutan menghujat, sementara di Jakarta menyayangkan.

Ya sudahlah. Biarin orang ngomong apa, tapi ga menyurutkan kebanggaan gw terhadap Persija dan the Jakmania apapun kondisinya. Paling tidak di mata gw sekarang Viking cuma bisa bekoar nantang tapi ketika kalah mereka malah ngadu ke polisi. Sesuatu yang dimata gw sangat tidak suporter. 

Semenjak terjadi permusuhan dengan the Jakmania, apalagi setelah kejadian Indosiar, Viking berkembang pesat menjadi suporter yang dominan di Bandung. Mereka terus menebarkan kebencian ke the Jak dengan mengeluarkan kaos2 dan lagu2 yang bersifat menghujat the Jak. Reaksi anggota the Jakmania juga heboh. Mereka rame2 bikin kaos yang balas menghujat viking. Tapi semua ga ada yang jadi karena gw melarang seorangpun tuk bikin kaos yang bertuliskan viking/persib meski dalam bentuk hujatanpun. Bagi gw tulisan yang pantas berada di kaos suporter Persija hanyalah PERSIJA dan THE JAKMANIA. 

Cuma akhirnya gw nyerah juga, biar gimana gw ga mungkin ngelawan arus trus. Ini terjadi ketika Ismed Sofyan diserang sama Viking di Bandung ketika uji lapangan. Kondisi kaya gini dah ga bisa gw terima. Sejak itulah bertubi-tubi keluar desain2 dan yel-yel serta lagu menghujat mereka. Cuma tetep ada bedanya the Jak sama Viking. Kalo the Jak nyanyi hujatan hanya saat pertandingan melawan Persib, tapi klo Viking sepertinya hendak melakukan propaganda kepada anggotanya dan masyarakat bola. Mereka terus melakukan hujatan meski saat itu Persib tanding melawan tim lain.
Sikap ini justru malah mengobarkan api kebencian suporter Persija terhadap Viking. Sehingga the Jakers banyak yang benci mereka bukan karena tau kejadian awalnya, tapi karena mereka ga suka dikata-katain terus. Belakangan Komisi Disiplin mengeluarkan larangan akan hal-hal seperti ini. Terlambat! Dan penerapannya juga ga konsisten, masih banyak yang tetap melakukannya, bukan hanya Viking atau the Jakmania tapi hampir di semua stadion di Indonesia. 

Sebetulnya ada juga pihak2 yang mengusahakan perdamaian. Panpel Persib pernah berinisiatif mempertemukan the Jakmania dan Viking di Bandung. Gw sendiri hadir saat itu bersama 2 orang lagi, Heru Joko hadir bersama 3 orang temannya, Panpel Persib dan Manajer Persija saat itu Bpk IGK Manila. Tapi pertemuan tersebut buntu karena tidak ada niat dari Heru Joko tuk berdamai. 

Perseteruan makin melebar. Semakin banyak Viking yang masuk ke website the Jakmania dan menebarkan virus kebencian … semakin banyak dan besarlah kebencian the Jakers ke mereka. Bahkan Panglima Viking Ayi Beutik sempat mengeluarkan pernyataan tuk menjaga kelestarian permusuhan ini seperti Barcelona dan Real Madrid.

Gw sih sebetulnya dah masa bodo dengan hal ini. Konsentrasi gw sekarang kan di tim, dan the Jakmania sudah punya pengurus yang baru. Tapi gw juga ga bisa tinggal diam bila permusuhan ini merembet ke tim masing2. Setelah beberapa kali mendapat perlakuan buruk tiap bermain di Bandung, akhirnya the Jak melakukan pembalasan pada bis Persib di Lebak Bulus. Jujur, gw tidak setuju dengan cara seperti ini, meski gw juga tidak menyalahkan. Seminggu sebelumnya gw dah bilang di forum the Jakmania di sekretariat Lebak Bulus, kalo Heru Joko ketua Viking, ikut bantu mengamankan bis Persija di Bandung. Ia bahkan berada langsung dalam bis Persija. Tapi masa disana memang sudah sulit terkendali bahkan oleh ketuanya sekalipun. Apa boleh buat? The Jakmania sudah melaksanakan pelampiasan dendamnya, sayangnya dengan melakukan tindakan yang sebelumnya mereka cela. 

Sekarang permusuhan the Jakmania kontra Viking menjadi warna tersendiri bagi sepakbola Indonesia. Seorang sutradara tertarik menjadikan perseteruan ini sebagai inspirasi dalam filmnya yang berjudul ROMEO & JULIET. Lucunya di tengah perseteruan, mereka justru kompak untuk menolak film ini dengan alasannya masing2. Bedanya di Bandung .. Ketua Viking dengan didukung anggotanya membuktikan ucapannya dengan menggagalkan pemutaran film ini. Sementara di Jakarta justru sebaliknya, meski pimpinan menyatakan akan menuntut tapi toh hampir semua bioskop2 di jabodetabek dipenuhi oleh orang oren yang memang sudah ga sabar menanti film ini diputar.

Nah, itulah kisah panjang tentang permusuhan 2 kelompok suporter besar di Indonesia, paling engga dari kacamata gw. Tulisan ini dibuat atas permintaan seorang bobotoh yang penasaran dengan sebab musabab permusuhan tersebut. Gw juga ga suka dengan orang yang berkomentar sinis baik terhadap the Jakmania maupun Viking. Mereka itu tidak tau apa2, bisanya cuma menghakimi aje. Ada hak apa mereka menghujat? Liat dulu kisahnya baru mereka akan berpikir dan bantu mencarikan solusi. 

Klo lu tanya ke gw, masih ada ga kemungkinan damai? Jawabanya ‘bomat” alias bodo amat. Ngapain mikirin? Bagi gw damai tu bukan kata benda, tapi kata kerja. Jadi ga usah banyak ngomong deh, yang penting buktiin. Lebih baik mikirin KOMITMEN masing2 aje, lebih cinta mana kita sama PERSIJA atau sama PERMUSUHAN DENGAN VIKING?

*Note : Tulisan oleh Bung Ferry (Salah satu dari 40 pendiri The Jakmania, Mantan Ketua Umum The Jakmania, tulisan bersumber dari Facebook Bung Ferry per tanggal 1 Juli 2009)

Senin, 21 Mei 2012

Talking Perbedaan D4 (Diploma 4) dengan S1 (Sarjana) Gan. PENTING!!



Pada beberapa kesempatan, sering saya baca pertanyaan mengenai Diploma IV atau D4. sebagian besar pertanyaannya bisa dikelompokkan menjadi dua: Apa itu D4 dan apa bedanya dengan S1.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita harus membagi jalur pendidikan menjadi dua, jalur akademis dan jalur profesional.
menurut beberapa referensi, jalur akademis terdiri dari S0-S1-S2-S3 atau Strata 0 (non gelar) – strata 1 (Sarjana) – strata 2 (Master) – strata 3 (Doktor), sedangkan jalur profesional terdiri dari D1 (Diploma satu)-D2(diploma dua)-D3 (diploma tiga)-D4 (diploma empat)-Sp1(spesialis satu)-Sp2(spesialis dua).

Program pendidikan D3 mungkin sudah sering kita dengar tapi D1, D2,D4, sp1 dan sp2 yang mungkin tidak begitu akrab ditelinga masyarakat luas. Bisa dikatakan D1 itu program kuliah satu tahun, D2 dua tahun dan D3 tiga tahun, sedangkan D4 empat tahun. D4 itu setara dengan S1/Sarjana di jalur profesional, sedangkan spesialis satu itu setara dengan Master, sp.2 setara dengan Doktor.

mungkin lebih mudah dicontohkan di bidang kedokteran jalur akademisnya adalah S.Ked (S1), M.Si/MPH (S2), dan Dr (S3), sedang jalur profesionalnya dr/dokter, spesialis 1 (Sp.A/Sp.B/dst) dan speasialis 2 (Sp.A(K)/sp.B(K)/dst). namun di sini sepertinya dokter tidak bisa di samakan dengan D4 tapi mungkin Spesialis 0.

Selanjutnya, apa beda D4 dengan S1?
Dilihat dari jumlah SKS yang harus diambil, D4 dan S1 sama banyaknya, yaitu 144 SKS, tapi kalau dilihat dari kurikulumnya, D4 menitik beratkan pada skill sehingga 60% praktek dan 40% Teori, sebaliknya S1 lbih menekankan pada aspek analitis dengan 40% Praktek dan 60% Teori.

diharapkan lulusan D4 ini akan siap untuk bekerja, sedangkan lulusan S1 diarahkan ke bidang Riset dan disiapkan untuk melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi sampai jenjang akademis Doktor.

Menurut wikipedia, program D4 sudah ada pada sekitar 50 persen dari politeknik negri di Indonesia yang berjumlah 26 buah.
Sedangkan untuk Universitas, secara resmi belum ada, namun ITB juga membuka D4 namun dalam bentuk kerjasama dengan lembaga atau instansi.

Menurut kabar, Universitas Gadjah Mada malalui Sekolah Vokasi sedang mengajukan proposal pendirian D4 Teknik Elektronika dan D4 Teknik Informatika. kita doakan semoga segera bediri dan ikut meramaikan pendidikan profesional di Indonesia.

sedangkan Bidang studi yang mebuka program D4 diantaranya adalah

D4 Teknik Elektronika
D4 Teknik Telekomunikasi
D4 Teknik Elektronika Industri
D4 Teknik Mekatronika
D4 Teknologi Informasi / Teknik Informatika
D4 Teknik Komputer
D4 Akuntansi
D4 Statistika

Bagaimanakah prospek D4?
Sementara ini karna masih belum akrabnya dunia Industri dengan D4 maka belum semua kalangan industri maupun calon mahasiswa mengenal D4, malah ada HRD salah satu perusahaan yang belum tahu D4 sehingga dimasukkan ke level D3, namun setelah kami kunjungi, kami beri pengertian apa itu D4. Sehingga PENS sampai menamai robotnya D4=S1 guna mempromosikan D4 dikalangan masyarakat.
namun jangan khawatir, seiring dengan perkembangan waktu, saat ini lulusan D4 yang lebih siap kerja dibanding S1 sudah mulai diperhitungkan oleh dunia industri, lambat laun, kami optimis tidak akan lama lagi, tenaga profesional seperti pada level Engineer akan lebih banyak diambil dari lulusan D4, karna memang D4 lah yang disiapkan untuk langsung bekerja dan dibekali ketrampilan yang lebih daripada S1.

Untuk pegawai negri, alhamdulillah jenjang D4 sudah disamakan dengan S1 sehingga pertama masuk langsung masuk ke Golongan IIIA sebagaimana lulusan S1.

Bagaimana untuk studi lanjut?
lulusan D4 tentu bisa langsung melanjutkan ke jenjang S2 karna setara dengan S1. hanya sebaiknya memang melanjutkan ke jenjang S2 profesional seperti misalnya MM/MBA dan DBA untuk bidang ekonomi.

Gimana Gan Mw Milih S1 apa D IV nih?
Kalau Ane Sih milih D4 gan

Minggu, 15 April 2012

Jalan Macet, Kok Motor yang Ditindas?!

Jalan Macet, Kok Motor yang Ditindas?!

Jakarta.. Jakarta.. makin hari makin aneh..
Kemacetan di Jakarta memang bagai kanker stadium sekarat. Hampir setiap sudut jalan kena macet. Berangkat dari Blok M ke Hotel Indonesia (Bundaran HI) menghabis waktu 1,5 jam padahal normalnya 20 menit. Bahkan bagi para komuter, pekerja jakarta tetapi tinggal di kota satelit kayak Bogor, Depok, Bekasi, bisa menghabiskanwaktu bolak-balik di jalan lebih besar dari waktu kerja sehari. Kalau anda berangkat dari Bogor (Darmaga) dan kerja di Jakarta, maka butuh 3 jam waktu berangkat dan 3 jam untuk pulang, total 6 jam. Bandingkan dengan waktu kerja efektif pekerja biasanya dalam kisaran 5-6 jam dalam sehari.  Jadi waktu yg terbuang karena macet hampir sama besar dengan waktu kerja (waktu produktif) :D
Kerugian akibat kemacetan ini di Jakarta mencapai Rp 12,8 Trilun per tahun. Bayangkan uang sebesar itu hanya terbuang menjadi asap knalpot di jalanan.

Nah. . untuk mengurangi kemacetan ini.. entah dapat “wangsit” dari mana.. tanpa melakukan kajian/penelitian ilmiah terlebih dulu.. tiba-tiba Fauzi Bowo (Foke) dan jajarannya di Pemda DKI Jakarta merencanakan pembatasan Motor di jalan-jalan Jakarta pada jam-jam tertentu. Alasannya karena Motor dianggap biang kerok kemacetan. Huuhhh.. lagi-lagi rakyat kecil disalahin. Padahal mobil lebih boros pemakaian badan jalan karena ukurannya lebih besar. Satu mobil sebanding dengan 4 motor. Belum lagi isi penumpang mobil sering kita lihat hanya 1 orang. Jadi kebijakan ini jelas mengada-ngada dan merugikan rakyat kecil yang mengandalkan motor sebagai transportasi utama.
Lebih parahnya lagi, kebijakan ini akan mulai diberlakukan setelah lebaran 2010 ini, tanpa melalui proses sosialisasi dan meminta masukan dari masyarakat. Huhhh!
Solusi Mengurangi Kemacetan
Mengatasi kemacetan pada kota yang tata kota-nya telah berantakan seperti di Jakarta memerlukan solusi yang cerdas. Belajar lah ke negara-negara yang telah sukses mengurangi kemacetan, bukan hanya bisa studi banding ke eropa sambil belanja-belanja. Berikut beberapa solusi kemacetan yang saya rangkum :
  1. Menambah ruas jalan di perkotaan, sehingga laju pertumbuhan jalan bisa mengikuti jalan pertumbuhan jalan. Keterbatasan lahan untuk jalan jangan dijadikan alasan, karena jalan bisa dibangun melalui sistem terowongan atau jalan layang untuk kota yang lahan tanahnya terbatas. Bisa saja satu ruas jalan dibikin beberapa tingkat, ini yang dilakukan oleh pemerintah Jepang.
  2. Mengoptimalkan penggunaan kendaraan umum. Pemerintah punya kewajiban menyediakan fasilitas umum yang murah dan nyaman bagi masyarakatnya. Lakukan peremajaan terhadap bis-bis umum yang sudah tua, yang sering mogok dan menyebabkan kemacetan. Optimalkan operasional Busway sehingga daya angkut menjadi maksimal. Adopsi moda angkutan modern seperti monorel, subway, dan angkutan penumpang lainnya.
  3. Batasi kendaraan (mobil) pribadi yang hanya membawa satu penumpang. Ini membuat kepadatan jalan semakin besar dan menyebabkan kemacetan.
  4. Batasi usia kendaraan pribadi dan kendaraan umum. Kendaraan yang sudah tua sering mogok dan menyebabkan kemacetan. Selain itu, kendaraan tua menghasilkan polusi udara yang lebih parah. Usia kendaraan ideal maksimal 20 tahun.
  5. Ciptakan jalan khusus motor, sehingga pengguna motor yang notabene adalah masyarakat kecil tetap bisa beraktifitas dengan nyaman. Jalur motor ini dibangun di pinggir setiap jalan utama dan hanya butuh selebar 1,5 meter. Penyediaan jalur khusus motor ini telah dilakukan oleh pemerintah Malaysia, Thailand, Vietnam dan terbukti bisa mengurangi kemacetan. Selain itu berhasil menekan angka kecelakaan lalu lintas hingga 80%. Saat ini di Malaysia, angka kecelakaan motor hanya 1 orang untuk 1 tahun.. woww.
    Jalan Khusus Motor
    Jalan Khusus Motor
  6. Menyediakan ruang Advanced Stop Line (ASL) yaitu pada setiap persimpangan jalan, garis henti (stop line) ditarik mundur beberapa meter dan diberi warna beda (misalnya merah). Ruang tersebut digunakan oleh sepeda dan motor menunggu giliran lampu hijau.
    ASL
    Advanced Stop Line (ASL) berwarna merah
  7. Ciptakan jalur khusus pejalan kaki dan sepeda. Jalur pedestarian dan sepeda ini selain berfungsi untuk kenyamanan pekerja kantoran menuju tempat kerja, juga mendukung pendapatan pariwisata. Karena umumnya orang-orang asing (bule) lebih suka jalan kaki atau bersepeda menuju objek wisata. Ini yang sukses dilakukan oleh pemerintah Belanda.
    Jalur khusus Sepeda
    Jalur khusus Sepeda
So, pembatasan motor pada jalan-jalan di Jakarta tidak akan efektif mengatasi kemacetan. Masih banyak cara-cara lain seperti di atas yang bisa ditempuh Pemda DKI jika memang serius mengatasi kemacetan dan tetap adil untuk semua golongan masyarakat.

Minggu, 01 April 2012

pak penjual amplop di mesjid ITB.

     Setiap menuju ke Masjid Salman ITB untuk shalat Jumat saya selalu melihat seorang bapak tua yang duduk terpekur di depan dagangannya. Dia menjual kertas amplop yang sudah dibungkus di dalam plastik. Sepintas barang jualannya itu terasa “aneh” di antara pedagang lain yang memenuhi pasar kaget di seputaran Jalan Ganesha setiap hari Jumat. Pedagang di pasar kaget umumnya berjualan makanan, pakaian, DVD bajakan, barang mainan anak, sepatu dan barang-barang asesori lainnya. Tentu agak aneh dia “nyempil” sendiri menjual amplop, barang yang tidak terlalu dibutuhkan pada zaman yang serba elektronis seperti saat ini. Masa kejayaan pengiriman surat secara konvensional sudah berlalu, namun bapak itu tetap menjual amplop. Mungkin bapak itu tidak mengikuti perkembangan zaman, apalagi perkembangan teknologi informasi yang serba cepat dan instan, sehingga dia pikir masih ada orang yang membutuhkan amplop untuk berkirim surat.

      Kehadiran bapak tua dengan dagangannya yang tidak laku-laku itu menimbulkan rasa iba. Siapa sih yang mau membeli amplopnya itu? Tidak satupun orang yang lewat menuju masjid tertarik untuk membelinya. Lalu lalang orang yang bergegas menuju masjid Salman seolah tidak mempedulikan kehadiran bapak tua itu.

      Kemarin ketika hendak shalat Jumat di Salman saya melihat bapak tua itu lagi sedang duduk terpekur. Saya sudah berjanji akan membeli amplopnya itu usai shalat, meskipun sebenarnya saya tidak terlalu membutuhkan benda tersebut. Yach, sekedar ingin membantu bapak itu melariskan dagangannya. Seusai shalat Jumat dan hendak kembali ke kantor, saya menghampiri bapak tadi. Saya tanya berapa harga amplopnya dalam satu bungkusa plastik itu. “Seribu”, jawabnya dengan suara lirih. Oh Tuhan, harga sebungkus amplop yang isinnya sepuluh lembar itu hanya seribu rupiah? Uang sebesar itu hanya cukup untuk membeli dua gorengan bala-bala pada pedagang gorengan di dekatnya. Uang seribu rupiah yang tidak terlalu berarti bagi kita, tetapi bagi bapak tua itu sangatlah berarti. Saya tercekat dan berusaha menahan air mata keharuan mendengar harga yang sangat murah itu. “Saya beli ya pak, sepuluh bungkus”, kata saya.

Bapak itu terlihat gembira karena saya membeli amplopnya dalam jumlah banyak. Dia memasukkan sepuluh bungkus amplop yang isinya sepuluh lembar per bungkusnya ke dalam bekas kotak amplop. Tangannya terlihat bergetar ketika memasukkan bungkusan amplop ke dalam kotak.






       Saya bertanya kembali kenapa dia menjual amplop semurah itu. Padahal kalau kita membeli amplop di warung tidak mungkin dapat seratus rupiah satu. Dengan uang seribu mungkin hanya dapat lima buah amplop. Bapak itu menunjukkan kepada saya lembar kwitansi pembelian amplop di toko grosir. Tertulis di kwitansi itu nota pembelian 10 bungkus amplop surat senilai Rp7500. “Bapak cuma ambil sedikit”, lirihnya. Jadi, dia hanya mengambil keuntungan Rp250 untuk satu bungkus amplop yang isinya 10 lembar itu. Saya jadi terharu mendengar jawaban jujur si bapak tua. Jika pedagang nakal ‘menipu’ harga dengan menaikkan harga jual sehingga keuntungan berlipat-lipat, bapak tua itu hanya mengambil keuntungan yang tidak seberapa. Andaipun terjual sepuluh bungkus amplop saja keuntungannya tidak sampai untuk membeli nasi bungkus di pinggir jalan. Siapalah orang yang mau membeli amplop banyak-banyak pada zaman sekarang? Dalam sehari belum tentu laku sepuluh bungkus saja, apalagi untuk dua puluh bungkus amplop agar dapat membeli nasi.



      Setelah selesai saya bayar Rp10.000 untuk sepuluh bungkus amplop, saya kembali menuju kantor. Tidak lupa saya selipkan sedikit uang lebih buat bapak tua itu untuk membeli makan siang. Si bapak tua menerima uang itu dengan tangan bergetar sambil mengucapkan terima kasih dengan suara hampir menangis. Saya segera bergegas pergi meninggalkannya karena mata ini sudah tidak tahan untuk meluruhkan air mata. Sambil berjalan saya teringat status seorang teman di fesbuk yang bunyinya begini: “bapak-bapak tua menjajakan barang dagangan yang tak laku-laku, ibu-ibu tua yang duduk tepekur di depan warungnya yang selalu sepi. Carilah alasan-alasan untuk membeli barang-barang dari mereka, meski kita tidak membutuhkannya saat ini. Jangan selalu beli barang di mal-mal dan toko-toko yang nyaman dan lengkap….”.



Si bapak tua penjual amplop adalah salah satu dari mereka, yaitu para pedagang kaki lima yang barangnya tidak laku-laku. Cara paling mudah dan sederhana untuk membantu mereka adalah bukan memberi mereka uang, tetapi belilah jualan mereka atau pakailah jasa mereka. Meskipun barang-barang yang dijual oleh mereka sedikit lebih mahal daripada harga di mal dan toko, tetapi dengan membeli dagangan mereka insya Allah lebih banyak barokahnya, karena secara tidak langsung kita telah membantu kelangsungan usaha dan hidup mereka.

Dalam pandangan saya bapak tua itu lebih terhormat daripada pengemis yang berkeliaran di masjid Salman, meminta-minta kepada orang yang lewat. Para pengemis itu mengerahkan anak-anak untuk memancing iba para pejalan kaki. Tetapi si bapak tua tidak mau mengemis, ia tetap kukuh berjualan amplop yang keuntungannya tidak seberapa itu.

      Di kantor saya amati lagi bungkusan amplop yang saya beli dari si bapak tua tadi. Mungkin benar saya tidak terlalu membutuhkan amplop surat itu saat ini, tetapi uang sepuluh ribu yang saya keluarkan tadi sangat dibutuhkan si bapak tua



Kotak amplop yang berisi 10 bungkus amplop tadi saya simpan di sudut meja kerja. Siapa tahu nanti saya akan memerlukannya. Mungkin pada hari Jumat pekan-pekan selanjutnya saya akan melihat si bapak tua berjualan kembali di sana, duduk melamun di depan dagangannya yang tak laku-laku.


     
      Entah kenapa memang belakangan gw sering bgt solat di ITB..yaa karna ada urusan survei kerjaan di ganesha,tiap hari ketemu si bapak ini dijalan,sedikit share cerita aja yaa kawan :)

Sabtu, 24 Desember 2011

mutual respect !!

" saling menghargai .. sebuah pengorbanan kaum lelaki demi gadisnya .."


( di sarankan untuk mendengarkan Lagu : Rocket Rockers - Hari Untukmu sambil membaca kata kata ini , di jamin ngena ke hati ) jiahhhh :D

menghargai bukan meminta untuk di bandrol harga berapa rupiah , tapi tolong hargai demi sebuah hubungan yang di jalin agar punya posisi , bukan posisi sebagai kiper maupun sayap ataupun paha bawah , tapi sebuah posisi walau hanya setitik di relung hati . *plak , gombal njir*

okeokeee cukk gausah banyak berbacot langsung aja gue ucapin salam
Assalamualaikum WrWb.


dapet ide ngepost ini dari mimpi entah dari mana mulainya tapi adalah sedikit something yang gatau knpa gue bisa berkhayal smpe begini !ok,check it out :) marilah kita simak
jujur ini kalo di lihat dari isinya lebih menjurus kepada perasaan seorang LELAKI kepada gadis yg di puja dan ia rela berkorban demi senyum yg terkembang di gadis tersebut . langsung saja kita mulai ..

wahai para kaum hawa , tidakkah kau ingat seberapa kita para lelaki rela berkorban demi kamu . disini kau akan melihat betapa perihnya kehidupan kami , demi mengembangkan sebuah senyum di wajahmu wahai para gadis ,demi mengajarimu sebuah arti kehidupan yang indah yang harus kamu miliki .



1. Motor kami sering mogok saat ingin 'ngapel'




yapp , motor kami selalu mogok , kamu para gadis tidak akan tahu mengapa motor kami mogok , yap benar , uang yang tadinya di gunakan untuk service motor , tapi kami gunakkan untuk membelikan sebuah hadiah istimewa saja kepada kamu ,walau memang motor kami tak sekeren ninja 250r,atau bahkan ducati dan harley . kami rela mendorong motor ber-mil mili meter demi bertemu kamu wahai kaum gadis .


2. Bensin kami sering habis .



bensin kami sering mengalami kehabisan , dan yang paling kami syukuri bensin kami tidak habis saat bersama anda , biarkanlah kami para lelaki yang mendorong sendirian , sementara lo para gadis senang sudah kami antar sampai tujuan :') , terkadang kami akan menghemat dalam mengisi bensin , yg seharusnya takaran 10rb , kami cukup mengisi 5rb .


3. berhemat hemat jajan .



poto diatas sebenernya sih ga nyambung,tapi gue cari di google cuman dapet gituan :D.tapi gapapahlah ,kami rela berhemat hemat jajan , demi seseorang yang kami cintai , bahkan sering kami jatuh sakit akibat tidak jajan apa yang kami sukai , uang sisa jajan kami gunakan untuk nomor berikut .



4. Beliin kamu pulsa .



walaupun kamu ga minta , tapi jujur dengan pulsamu  yang habis kami rela uang sisa jajan kami di gunakan untuk membelikan engkau sedikit pulsa , walau terkadang kami sering memaksa untuk membelikan engkau pulsa , walau kadang kami cuman makan pake telor tempe indomie ,tapi ingatlah , itu bentuk perhatian yang amat rindu dan mendalam dari seorang lelaki .


5. Hal yang paling mendasar dari hati lelaki .

ingatkah kau para kaum gadis ? kami sering mengajak engkau untuk makan walau sederhana , seperti contoh berkut ..







dari segelintir jajanan diatas , tahukah ? apakah engkau melihat hati kami , di saat kami sedang makan bersama kamu kami selalu berfikir , apakah uang kami kurang ? kami sangat takut dan malu apabila uang kita kurang untuk makan walau di tempat yg sederhana bagimu , mungkin kamu ga akan ngeliat seberapa malunya kami kalau uang yang kita bawa kurang , walau kamu ingin membayarnya kami sangat tidak mau untuk di bayarkan , biarkanlah harga diri kami di lecehkan oleh abang2 tukang jajanan daripada harus kamu yang membayar ..

setelah membaca dari apa yang telah anda baca , mungkin kalian para gadis akan mengacuhkan apa yang ada di setiap katakata saya ketik , setidaknya kalian sadar , walau kami kere , walau kami tongpes , kami akan selalu bisa membahagiakan kamu dengan cara cara apa yang kami bisa yg selalu menyiksa bathin dan pikiran kami hingga tak bisa tidur , apa yang harus kami perbuat untuk kamu apabila kami tidak memiliki uang yang pas untuk jalan bersamamu di kemudian hari ,
Renungkanlah apa yang harus di renungkan , kami tidak minta untuk di hargai , tapi tolong jangan buat hati kami hancur , hati kami sangatlah rapuh , mencintai dengan banyak begitu banyak pengorbanan ( bukan pengorbanan macam bunuh diri , cuman cowok tolol pake bunuh diri segala ) dengan apa yang kami bisa ..
jangan sakiti kami , tolong hargai apa pengorbanan yg kami berikan untuk sebuah senyum di wajah kamu wahai para gadis .
dari petikan kata kata ini , ga da maksut apa-apa kalo gue ngepost begini di blog,kami cinta kalian "wanita" .



Dari sebuah kata menghargai , anda melihat sebuah potensi dari dua insan , apabila suatu katakata tersebut di tanamkan , maka hubungan dari dua insan manusia akan langgeng selamanya , saling menghargailah pasangan anda , jangan buat mereka kecewa dengan segala apa kekurangannya , cintailah kekurangannya , niscaya kau akan mendapat kelebihan darinya .


sekian ...
( 5 nomor di atas bukan berarti hanya 5 saja pengorbanan kami , tapi itulah yang paling sering kami rasakan )

Selasa, 04 Oktober 2011

Bendung dan Bagian-Bagianya (KULIAH BANG.AIR)

Bendung dan Bagian-Bagiannya


2.1 Pengertian Bendung
Sebuah bendung memiliki fungsi, yaitu untuk meninggikan muka air sungai dan mengalirkan sebagian aliran air sungai yang ada ke arah tepi kanan dan tepi kiri sungai untuk mengalirkannya ke dalam saluran melalui sebuah bangunan pengambilan jaringan irigasi. Fungsi bendung ini berbeda dengan fungsi bendungan dimana sebuah bendungan berfungsi sebagai penangkap air dan menyimpannya di musim hujan waktu air sungai mengalir dalam jumlah besar dan yang melebihi kebutuhan. Air yang ditampung di dalam bendungan ini dipergunakan untuk keperluan irigasi, air minum, industri, dan kebutuhan-kebutuhan lainnya. Kelebihan dari sebuah bendungan, yaitu dengan memiliki daya tampung tersebut, sejumlah besar air sungai yang melebihi kebutuhan dapat disimpan dalam waduk dan baru dilepas mengalir ke dalam sungai lagi di hilirnya sesuai dengan kebutuhan saja pada waktu yang diperlukan. Bendung juga dapat didefinisikan sebagai bangunan air yang dibangun secara melintang sungai, sedemikian rupa agar permukaan air sungai di sekitarnya naik sampai ketinggian tertentu, sehingga air sungai tadi dapat dialirkan melalui pintu sadap ke saluran-saluran pembagi kemudian hingga ke lahan-lahan pertanian (Kartasapoetra, 1991: 37).
Suatu konstruksi sebuah bendung dapat dibuat dari urugan tanah, pasangan batu kali, dan bronjong atau beton. Sebuah bendung konstruksinya dibuat melintang sungai dan fungsi utamanya adalah untuk membendung aliran sungai dan menaikkan level atau tingkat muka air di bagian hulu. Sebelum membangun sebuah konstruksi bendung, terlebih dahulu ditentukan lokasi atau di bagian sungai mana bendung tersebut akan dibangun. Ini terkait dengan wilayah atau luas petak-petak sawah yang aliran air irigasinya akan dibantu oleh adanya konstruksi bendung tersebut. Pemilihan lokasi bendung hendaknya memperhatikan beberapa hal-hal seperti, wilayah atau topografi daerah yang akan dialiri, topografi lokasi bendung, keadaan hidrolis aliran sungai, keadaan tanah pondasi, dan lain sebagainya. Selain hal-hal utama yang telah disebutkan tadi, terdapat pula hal-hal khusus yang harus tetap diperhatikan sebelum membangun sebuah konstruksi bendung, misalnya konstruksi bendung harus direncanakan sedemikian rupa agar seluruh daerah dapat dialiri secara proses gravitasi, tinggi bendung dari dasar sungai tidak lebih dari tujuh meter, saluran induk tidak melewati trase yang sulit, letak bangunan pengambilan (intake) harus di letakkan sedemikian rupa sehingga dapat menjamin kelancaran masuknya air, sebaiknya lokasi bendung itu berada pada alur sungai yang lurus, keadaan pondasi cukup baik, tidak menimbulkan genangan yang luas di udik bendung serta tanggul banjir sependek mungkin, dan pelaksanaan tidak sulit dan biaya pembangunan tidak mahal. Untuk keperluan perencanaan dan pembangunan suatu konstruksi bendung, diperlukan pula data-data yang nanti akan dipergunakan untuk menentukan dimensi, luasan, dan bagian-bagian bendung yang perlu dibangun. Data-data tersebut, misalnya data topografi, data hidrologi, data morfologi, data geologi, data mekanika tanah, standar perencanaan (PBI, PKKI, PMI, dll), data lingkungan, dan data ekologi. Selain itu, diperlukan juga data-data terkait tentang curah hujan di derah tersebut, data debit banjir, dan data-data lain yang terkait dengan keadaan hidrologis daerah tersebut. Semua data-data ini dipergunakan untuk perencanaan dan pembangunan sebuah konstruksi bendung.

2.2 Bagian-bagian bendung
Konstruksi sebuah bendung memiliki bagian-bagian tertentu. Bagian-bagian ini menopang seluruh konstruksi bendung. Setiap bagian memiliki detail dan fungsi yang khusus. Bagian-bagian inilah yang akan bekerja agar operasional suatu bendung dapat berjalan dengan baik. Bagian-bagian dari konstruksi bendung secara umum, yaitu

2.2.1 Tubuh bendung
Tubuh bendung merupakan struktur utama yang berfungsi untuk membendung laju aliran sungai dan menaikkan tinggi muka air sungai dari elevasi awal. Bagian ini biasanya terbuat dari urugan tanah, pasangan batu kali, dan bronjong atau beton. Tubuh bendung umumnya dibuat melintang pada aliran sungai.

2.2.2 Pintu air (gates)
Pintu air merupakan struktur dari bendung yang berfungsi untuk mengatur, membuka, dan menutup aliran air di saluran baik yang terbuka maupun tertutup. Bagian yang penting dari pintu air adalah :
1. Daun pintu (gate leaf)
Adalah bagian dari pintu air yang menahan tekanan air dan dapat digerakkan untuk membuka, mengatur, dan menutup aliran air.
2. Rangka pengatur arah gerakan (guide frame)
Adalah alur dari baja atau besi yang dipasang masuk ke dalam beton yang digunakan untuk menjaga agar gerakan dari daun pintu sesuai dengan yang direncanakan.
3. Angker (anchorage)
Adalah baja atau besi yang ditanam di dalam beton dan digunakan untuk menahan rangka pengatur arah gerakan agar dapat memindahkan muatan dari pintu air ke dalam konstruksi beton.
4. Hoist
Adalah alat untuk menggerakkan daun pintu air agar dapat dibuka dan ditutup dengan mudah.

2.2.3 Pintu pengambilan (intake)
Pintu pengambilan berfungsi mengatur banyaknya air yang masuk saluran dan mencegah masuknya benda-benda padat dan kasar ke dalam saluran. Pada bendung, tempat pengambilan bisa terdiri dari dua buah, yaitu kanan dan kiri, dan bisa juga hanya sebuah, tergantung dari letak daerah yang akan diairi. Bila tempat pengambilan dua buah, menuntut adanya bangunan penguras dua buah pula. Kadang-kadang bila salah satu pintu pengambilam debitnya kecil, maka pengambilannya lewat gorong-gorong yang di buat pada tubuh bendung. Hal ini akan menyebabkan tidak perlu membuat dua bangunan penguras dan cukup satu saja.

2.2.4 Kolam peredam energi
Bila sebuah konstruksi bendung dibangun pada aliran sungai baik pada palung maupun pada sodetan, maka pada sebelah hilir bendung akan terjadi loncatan air. Kecepatan pada daerah itu masih tinggi, hal ini akan menimbulkan gerusan setempat (local scauring). Untuk meredam kecepatan yang tinggi itu, dibuat suatu konstruksi peredam energi. Bentuk hidrolisnya adalah merupakan suatu bentuk pertemuan antara penampang miring, penampang lengkung, dan penampang lurus. Secara garis besar konstruksi peredam energi dibagi menjadi 4 (empat) tipe, yaitu
1. Ruang olak tipe Vlughter
Ruang olak ini dipakai pada tanah aluvial dengan aliran sungai tidak membawa batuan besar. Bentuk hidrolis kolam ini akan dipengaruhi oleh tinggi energi di hulu di atas mercu dan perbedaan energi di hulu dengan muka air banjir hilir.
2. Ruang olak tipe Schoklitsch
Peredam tipe ini mempunyai bentuk hidrolis yang sama sifatnya dengan peredam energi tipe Vlughter. Berdasarkan percobaan, bentuk hidrolis kolam peredam energi ini dipengaruhi oleh faktor-faktor, yaitu tinggi energi di atas mercu dan perbedaan tinggi energi di hulu dengan muka air banjir di hilir.
3. Ruang olak tipe Bucket
Kolam peredam energi ini terdiri dari tiga tipe, yaitu solid bucket, slotted rooler bucket atau dentated roller bucket, dan sky jump. Ketiga tipe ini mempunyai bentuk hampir sama dengan tipe Vlughter, namun perbedaanya sedikit pada ujung ruang olakan. Umumnya peredam ini digunakan bilamana sungai membawa batuan sebesar kelapa (boulder). Untuk menghindarkan kerusakan lantai belakang maka dibuat lantai yang melengkung sehingga bilamana ada batuan yang terbawa akan melanting ke arah hilirnya
4. Ruang olak tipe USBR
Tipe ini biasanya dipakai untuk head drop yang lebih tinggi dari 10 meter. Ruang olakan ini memiliki berbagai variasi dan yang terpenting ada empat tipe yang dibedakan oleh rezim hidraulik aliran dan konstruksinya. Tipe-tipe tersebut, yaitu ruang olakan tipe USBR I merupakan ruang olakan datar dimana peredaman terjadi akibat benturan langsung dari aliran dengan permukaan dasar kolam, ruang olakan tipe USBR II merupakan ruang olakan yang memiliki blok-blok saluran tajam (gigi pemencar) di ujung hulu dan di dekat ujung hilir (end sill) dan tipe ini cocok untuk aliran dengan tekanan hidrostatis lebih besar dari 60 m, ruang olakan tipe USBR III merupakan ruang olakan yang memiliki gigi pemencar di ujung hulu, pada dasar ruang olak dibuat gigi penghadang aliran, di ujung hilir dibuat perata aliran, dan tipe ini cocok untuk mengalirkan air dengan tekanan hidrostatis rendah, dan ruang olakan tipe USBR VI merupakan ruang olakan yang dipasang gigi pemencar di ujung hulu, di ujung hilir dibuat perata aliran, cocok untuk mengalirkan air dengan tekanan hidrostatis rendah, dan Bilangan Froud antara 2,5 - 4,5.
5. Ruang olak tipe The SAF Stilling Basin (SAF = Saint Anthony Falls)
Ruang olakan tipe ini memiliki bentuk trapesium yang berbeda dengan bentuk ruang olakan lain dimana ruang olakan lain berbentuk melebar. Bentuk hidrolis tipe ini mensyaratkan Fr (Bilangan Froude) berkisar antara 1,7 sampai dengan 17. Pada pembuatan kolam ini dapat diperhatikan bahwa panjang kolam dan tinggi loncatan dapat di reduksi sekitar 80% dari seluruh perlengkapan. Kolam ini akan lebih pendek dan lebih ekonomis akan tetapi mempunyai beberapa kelemahan, yaitu faktor keselamatan rendah (Open Channel Hidraulics, V.T.Chow : 417-420)
Pemilihan tipe kolam peredam energi tergantung pada beberapa faktor atau beberapa kondisi, misalnya keadaan tanah dasar atau kondisi tanah dasar, tinggi perbedaan muka air hulu dan hilir, dan sedimen yang diangkut aliran sungai.

2.2.5 Pintu penguras
Penguras ini bisanya berada pada sebelah kiri atau sebelah kanan bendung dan kadang-kadang ada pada kiri dan kanan bendung. Hal ini disebabkan letak daripada pintu pengambilan. Bila pintu pengambilan terletak pada sebelah kiri bendung, maka penguras pun terletak pada sebelah kiri pula. Bila pintu pengambilan terletak pada sebelah kanan bendung, maka penguras pun terletak pada sebelah kanan pula. Sekalipun kadang-kadang pintu pengambilan ada dua buah, mungkin saja bangunan penguras cukup satu hal ini terjadi bila salah satu pintu pengambilan lewat tubuh bendung. Pintu penguras ini terletak antara dinding tegak sebelah kiri atau kanan bendung dengan pilar, atau antara pilar dengan pilar. Lebar pilar antara 1,00 sampai 2,50 meter tergantung konstruksi apa yang dipakai. Pintu penguras ini berfungsi untuk menguras bahan-bahan endapan yang ada pada sebelah udik pintu tersebut. Untuk membilas kandungan sedimen dan agar pintu tidak tersumbat, pintu tersebut akan dibuka setiap harinya selama kurang lebih 60 menit. Bila ada benda-benda hanyut mengganggu eksploitasi pintu penguras, sebaiknya dipertimbangkan untuk membuat pintu menjadi dua bagian, sehingga bagian atas dapat diturunkan dan benda-benda hanyut dapat lewat diatasnya.

Rabu, 03 Agustus 2011

Dikeramaian waktu rotasi hidupmu 
Pecahan emosi tertuang kembali membias restunya 
Seutas bahagiaku cerminan tatanan cinta 
Seolah terisolasi ditempurung janji Sangkar Bakti 
Sebait nada-nadaku bercak cinta tulus suciku 
Kupersembahkan hanya untukmu 
*Selamat ulang tahun 
Dandani hadirnya masa remaja 
Semoga panjang umur 
Beri arti jejak langkah mudamu 
Petuah bijak tersedia 
Rangkum dalam jiwa 
Seberkas masa lalu 
Berita progresmu 
Kelopak masa depan 
Sebait nada-nadaku bercak cinta tulus suciku 
Kupersembahkan hanya untukmu 
*Selamat ulang tahun 
Dandani hadirnya masa remaja 
Semoga panjang umur 
Beri arti jejak langkah mudamu
  A song by DEWA 19 -Selamat Ulang Tahun
 
    Nice,yeahhh !! itulah penggalan dari lirik lagu dewa 19,jadul,
tapi harus ngaku kalo saya diem2 penggemar :p,yaa walaupun baru
saja saya download barusan dari PC saya,gak taunya memancing 
gairah emosi saya buat nulis di entri baru :). 4 Agustus 2011,2011
sesosok wanita..llhoo,horor jadinya maksut saya seorang wanita 
bernama lengkap "anggiah dwi darmayanthi"  pacar yang nyebelin,
kdg ngegemesin,kdg bikin mangkel,yang apa adanya,yang blak-
blakan,bukan (joni) iklan ax*s,pokoknya yang super,dupel sangat dan
teramat cantik & baik hati iyaaa dong cewe gue gitu lohh :p..merayakan 
hari jadi kelahiranya,usia dua puluh,kalo dibilang muda 
ya msi muda bgt,kalo dibilang tua tapi udah kepala 2hehe piss bebb.
   Berawal malem-malem gara2 belajar MS tapi ga masuk2 otak sangking kebangetan susahnya,
mana ditambah himpitan orang tua yang terus-terusan minta nilai perfect padahal anaknya pas-
pasan,membuat saya belajar giat,kalo diumpamain otak saya sekarang seperti kenalpot,ngebull,
membuat si doi agak sedikit dilupakanmenurut dia gitu,tapi saya enggak,huh dan akhirya ditemani teman 
seperjuangan yang janji mau bilang nemenin gue,tapi ngorok uteke bosookk :p ya gitu deh inisial C,
buat temen dts pasti tau,ternyata lebihh enak ng-note daripada ngitung rumus momen inersia.
  Sayang,Senang,Kagum,gak nyangka :) malam ini itulah gambaranya,gak nyangka kamu ulang taun 
ya bebb,yang dulu baru punya rambut kunciran,sekarang digerai smuting kalo bahasa salonya cinn,
yang dulu agak gendut subur,sekarang langsing seperti bintang hollywood,:D,berharap semakin 
dewasa dengan segala semangatnya sifat pantang menyerahnya dan ga mudah takut,sampe2 saya
yang takut.semoga kamu makin berguna untuk tiap orang yang membutuhkan kamu :)hope.
  When your twenty :)
   Hanya doa,harapan dan keinginan saya yag malam ini saya kirimkan kepada yang punya jagat 
raya,berharap di hari jadi kamu makin terus sukses dan berkibar tinggi layaknya bendera :),bukan 
untuk jadi wanita yang terbaik,hanya wanita yang lebih baik for you,others,and all,tetap yang terbaik
di hati saya,dan itu pastinyahh :p.
 Jujur kalo saya pria mahasiswa penghuni kampus yang engga tau kapan lulus dan masih bingung 
mikir masa depan,tapi salah satu sudut di hati ini punya nilai lebih
dibanding segalanya yang ada,yaitu hati berisi kamu :),gila keren bahasa gue:D dan tapi itulah
kenyataan yang ada because i will always be so :)
  Selamat ulang tahun my lovely girl yang udah hampir 3 tahun kita lewatin berdua,tambah dewasa,
makin sukses dalam segala hal,wish u all d'best,best life,best health,best career,n best2 yang lainya
semoga Allah melimpahkan rahmat dan kebahagiaan buat dirimu.
  Dan sekarang saya lagi-lagi iri  karena ga seperti cowo2 diluar sana yang bisa ngasih surprise.hoahh
 karena selain saya takut si doi kaget terus nyiram saya,saya lebih 
suka apa adanya, hehe. 
Twenty  again :)
  Lovely msg for a lovely person
  From lovely Dear
  For a lovely Reason
  At a lovely Time
  From a lovely Mind 
  In a lovely Mood
  In a lovely Style
  To wish you
  "HAPPY BIRTHDAY" :) 
 
selamat ulang tahun sayang :)dedicated for you 
anggiah dwi darmayanthi special person 
 
 
 

Senin, 01 Agustus 2011

Benarkah Kita Memang Mencintai Sepakbola ?

Benarkah Kita Memang Mencintai Sepakbola?

     “Yusuf, ceritakan pada saya tentang tim impian yang tadi ada di filmmu?” maka berkisahlah saya sekilas tentang Persija yang para pendukungnya saya abadikan ke sebuah karya dokumenter. Malam itu The Jak baru saja merebut kategori Dokumenter Panjang terbaik di Thessaloniki International Film Festival 2007 dan Theofanis adalah pejabat festival yang menyebut dirinya sebagai fans berat Olympiacos.

       Lelaki berkacamata itu hanya sekilah mengetahui Indonesia, ia hanya memahami bahwa sepupunya pernah bertugas di Singapore yang terletak tak jauh dari Indonesia. Ia sama sekali tak tahu bahwa di negeri tempat saya lahir itu Sepakbola begitu dicintai dan dipuja setengah mati. Maka mendongenglah saya kepadanya dan karena kisah-kisah saya menggambarkan betapa dahsyatnya atmosfer pertandingan di tanah air, tak segan pula saya untuk sekalian saja memanipulasi data bahwa kitalah yang terhebat di Asia Tenggara dan liga kita adalah tujuan banyak pemain papan atas di Asia Tenggara.

       Saya memang berasal dari negeri yang tak masuk akal. Negeri dengan tanah yang subur namun sama sekali tidak mampu menyejahterakan rakyatnya. Negara agraris yang bahkan lulusan Institut Pertaniannya lebih suka jadi wartawan daripada jadi petani, negeri bergaris pantai terpanjang di dunia program eksplorasi pantai baru dicanangkan beberapa hari lalu……negeri yang lautannya membentang di sana sini namun seumur-umur teman-teman saya yang bapaknya nelayan saja tidak tertarik untuk juga menjadi nelayan. Negeri yang hukum dan keadilan bisa disesuaikan dengan kalimat “Damai aja ya pak,”

       Saya takut Theo mati berdiri jika sadar bahwa di negeri saya yang katanya gila bola itu, yang para pendukungnya rela mati atau bahkan tak bawa uang demi timnya itu jumlah pemain profesionalnya sangat sedikit. Bisa jadi juga dia akan jantungan setelah menyaksikan betapa gempitanya dukungan pendukung Persija pada timnya namun tim itu punya lapangan latihan saja tidak….asetnya saja konon hanya beberapa komputer di kantor secretariat. Stadion? Ah saya malas membuat ia berpikir bahwa piala yang saya pegang di tangan itu adalah hasil membuat kisah fiksi bukan dokumenter.

       Sepakbola digemari setengah mati di negeri ini. Siaran langsung Sepakbola adalah bentuk pencitraan paling strategis yang dilakukan oleh stasiun-stasiun televisi. Pemandu acara dan komentatornya adalah duta besar stasiun televisi yang bersangkutan. Setiap siaran langsung yang disiarkan tak peduli tayang di jam berapa adalah magnet kuat bagi masyarakat Indonesia untuk rela melek di depan si layar datar.

       Namun cuma sampai disitu saja, segala kegilaan itu tak pernah diikuti oleh pencapaian riil di arena sesungguhnya. Bagai juara Winning Eleven yang tak bisa menendang bola, kecintaan kita pada Sepakbola berhenti pada segala bentuk fanatisme—baik yang nyata maupun yang semu—pada permainan ini. Praktis prestasi tertinggi kita hanyalah ajang regional SEA Games yang memang sejak era 1950an selalu sulit kita taklukkan…..anehnya banyak orang merasa bahwa kita adalah macan Asia, padahal masuk Piala Asia saja kita tak pernah di era itu.

       Jujur, saya tak yakin bahwa kita sebenarnya memahami apa itu Sepakbola. Sama seperti kita tak bisa memahami lautan yang luas bersama habitatnya serta tanah yang luar biasa subur anugerah Tuhan selama ini. Kita hanya tahu bahwa ada sesuatu yang kuat bernama Sepakbola, seperti kegagalan kita memahami kesuburan tanah di Nusantara, kita juga gagal memahami bahwa kecintaan dan fanatisme pada permainan ini adalah modal besar yang bisa membawa Sepakbola kita kearah manapun yang kita mau.

       Kita berhenti pada pujaan orang asing “Negeri Anda punya potensi Sepakbola yang besar,” atau “Suatu hari Indonesia akan menjadi negara yang kuat,” atau “Saya tak pernah melihat bakat sebanyak ini di negara lain selain di Indonesia,” dan segala puja-puji basa basi kancut meong khas imperialis yang bahkan sudah ayah saya dengar saat ia masih bujangan

       Jika memang kita hebat, kenapa tak satupun pemain kita bermain di liga atas Eropa, kenapa juga di level Asia saja kita kerap jadi bulan-bulanan dan jika memang kita negeri Sepakbola mengapa menjadi juara Asia Tenggara saja kita cuma bisa mimpi sembari mengisap jempol ini.

       Apa iya kita mencintai Sepakbola seperti yang tergambar di keriuhan Stadion-Stadion itu? Apa iya kita ini gila dan memahami permainan itu seperti segala diskusi yang kita ucapkan serta segala kritik yang kita berikan pada aksi-aksi mega bintang dunia di siaran langsungnya yang bisa kita nikmati secara gratis di televisi rumah kita. Apa iya kita negeri Sepakbola?

      Saya kok yakin sebenarnya tidak. Kita ini hanyalah bangsa yang kebingungan mencari identitas dirinya, kita ini menggilai Sepakbola dan rela mati karenanya hanya karena kita butuh eskapisme semu akibat kegagalan hidup kita sebagai sebuah negara multi etnis yang dipersatukan oleh sebuah Republik. Jikapun ada yang pandai bermain Sepakbola, bisa jadi itu hanya karena permainan ini memang permainan paling sederhana, dengan jumlah peraturan tersedikit dibandingkan permainan lain….bonus menendang dan berlari adalah insting sederhana manusia.

       Tak cukupkah setiap minggu kita menyaksikan Liga Eropa yang megah itu untuk bisa mengopi segala kelebihan mereka ke dalam Sepakbola kita? Atau seapesnya bisa menjadikannya sekedar industri yang bisa menggerakkan unsur ekonomi lainnya yang berujung pada kemenangan tim nasional. Tak cukupkah segala keterbukaan via internet, buku asing yang diimpor atau bahkan kedatangan para bintang Eropa itu kesini untuk dijadikan acuan kemampuan…..dan bukan sekedar ajang tanya jawab dengan pertanyaan standar “Bagaimana menurut Anda Sepakbola Indonesia?” atau “Apakah Anda mau bermain di Indonesia?”

       “Sepakbola adalah refleksi sebuah bangsa,” ujar Franz Beckenbauer, salah satu kutipan favorit saya. Bukan karena diucapkan olehnya dari jarak hanya sekitar 5 meter dari saya atau juga bukan karena dikutip juga oleh ebook ini. Kalimat bermakna luas itu betapa menggambarkan ketololan demi ketololan yang menghinggapi bangsa ini. Mulai dari ketidak mampuan mengurus kesuburan alam serta potensi rakyatnya sampai ke bentuk ketololan berjamaah untuk memilih Presiden hanya karena ia korban rejim terdahulu….atau kebodohoan tingkat tinggi untuk percaya seorang pelarian mau kabur ke negara modern penuh shopping mal yang praktis membuatnya menjadi mudah dicari (bahkan di film Hollywood saja seorang pelarian akan menyepi dan menjauh dari keramaian)

       Seragam-kaos-ahmad-bustoni-dan-tim-nasional-indonesia-by-nike-football.Tak usah heran bila kita tak mampu mengurus Sepakbola, jika mengurus negeri indah ini saja tak mampu. Jika menjual pariwisata Timur Indonesia yang luar biasa itu saja tak mampu, jangan heran jika kita lalu tak juga mampu menciptakan industri Sepakbola yang benar, yang bahkan sebenarnya dipahami oleh siapapun…..bahkan oleh seorang Hasby penulis buku ini yang lulus kuliah saja belum.

       Apakah benar kita mencintai Sepakbola? Apakah benar kita punya niat baik kepadanya, menjadikannya sumber kebahagiaan dan kebanggaan bangsa? Jika jawabannya iya, saya yakin jikapun bangsa ini harus terus nungging dan tiarap…setidaknya biarkanlah rakyat bisa percaya bahwa setiap empat tahun sekali kita bisa menyaksikan 11 lelaki berlogo Garuda di dadanya itu bermain di ajang tertinggi permainan ini.

       Punyakah kita hasrat sebesar itu? Ataukah hasrat itu harus selalu mati dengan cepat oleh kerakusan atas uang dan kebodohan atas makna kata politik?

sumber:
http://andibachtiar.blogdetik..com/2.../?query-string
mastsuyam is offline Add to mastsuyam's Reputation Report Post Report Post     Multi-Quote This Message